Oleh : Muhammad Farid (Kader PD X FKPPI Jawa Barat)

Pada tanggal 12 September 2022, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) menginjak usia ke-44. Di antara Organisasi Masyarakat dan perkumpulan yang sekarang ada di Indonesia, FKPPI adalah salah satu organisasi yang berusia cukup matang di Indonesia. Selama kurun waktu yang dilewatinya, organisasi ini sudah berhasil melewati sejumlah tantangan dan hambatan yang tidak mudah. Maka tidak berlebihan bila banyak harapan, agar organisasi ini makin tumbuh dan berkembang di masa depan.

 

Manusia dan Organisasi

Empat puluh empat (44) tahun bukanlah usia yang muda lagi bagi seorang anak manusia, namun tidak bagi sebuah organisasi. Karena organisasi adalah sistem sosial manusia yang bersifat progresif dan aktual. Dua aspek tersebut (progresif dan aktual) selalu mengiringi daur hidup setiap organisasi di manapun, bahkan negara sekalipun. Maka ketika suatu kumpulan manusia (organisasi) sudah kehilangan sifat progresif dan aktualitasnya, maka bisa dipastikan sistem tersebut akan ditinggalkan dan dilibas oleh waktu. Inilah hukum alam yang berlaku bagi setiap organisasi.

 

Maka menjadi keliru apabila ada yang menganggap bahwa “organisasi jadul” dan “kolot” ketinggalan jaman hanya karena berusia tua.  Padahal itu adalah anggapan keliru dari cara berpikir yang salah karena mengira bahwa daur hidup sebuah organisasi sama dengan daur hidup organ tubuh manusia. Padahal, daur hidup keduanya berbeda, bahkan sangat berbanding terbalik.

 

Pada hakikatnya manusia adalah mahluk. Dimana setiap mahluk selalu memiliki sifat yang sama, yaitu selalu bergerak dari potensi menuju aktual. Dari harapan lalu diaktualisasikan menjadi kenyataan. Namun hal ini dibatasi ketika organ tubuhnya yang Sewaktu-waktu melemah, diiringi kesehatan fisiknya menyusut, dimana potensi tersebut ditandai dengan usianya yang semakin menua. Maka terkadang terjadi paradoks atau pertentangan yang dimiliki oleh setiap manusia. Dimana di dalam jiwa manusia akan  terjadi pertarungan antara kehendak fitrahnya yang progresif untuk merealisasikan cita-cita dan keinginannya, namun disatu sisi ia harus melawan takdir fisiknya yang semakin lemah dan menua. Atau dalam istilah awamnya adalah ‘nafsu besar tenaga kurang’.

 

Sedangkan organisasi, adalah sistem yang menempel pada sesuatu yang juga bersifat hakiki dalam diri manusia, yaitu kebutuhan “manusia untuk bersosialisasi dan beraktualisasi diri ”. Ini sebabnya manusia dikenal sebagai mahluk sosial. Tidak ada satupun manusia yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari sesamanya. Inilah substansi kemahlukan manusia (kemanusiaan).

 

Itulah sebabnya, selama masih ada manusia, sebuah sistem sosial yang bernama organisasi – seprimitif apapun strukturnya (seperti keluarga) – adalah niscaya dibutuhkan oleh manusia. Dan sebagaimana hakikat manusia, sistem sosial juga menuntut progresifitas dan aktualitas. Sebuah organisasi bisa saja hanya muncul tidak lama kemudian bubar bila kehilangan aktualitasnya. Tapi bisa juga tumbuh dan berkembang hingga ratusan tahun ketika dia mampu menjaga progresifas dan aktualitasnya.

 

Maka ketika kita melihat usia sebuah organisasi, yang terbayang dalam benak kita, harusnya bukanlah keusangan. Tapi sebuah semangat yang menunjukkan betapa progresif dan cerdiknya sistem tersebut menjaga aktualitasnya dari waktu ke waktu.

 

Pada titik ini, kita patut mengapresiasi atas pencapaian yang telah berhasil ditoreh oleh Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) dengan eksistensi selama empat puluh empat tahun. FKPPI sebagai suatu organisasi tentunya telah melewati sekian banyak pergumulan sejarah dalam sosial kemasyarakatan, kebangsaan dan juga politik. Karena jelas tidak mudah menjaga progresifitas dan aktualitas suatu perkumpulan hingga rutin menempatkan kader-kader terbaiknya dikancah politik, kepemimpinan nasional dan dunia profesional.

 

Regenerasi dan Perkembangan Jaman Sebagai Tantangan Utama Organisasi

Regenerasi adalah sebuah keniscayaan. Regenerasi yang baik akan menjamin kesinambungan penyelenggaraan organisasi. Oleh karena itu, rekruitmen secara massif untuk suatu program regenerasi, kaderisasi dan kepemimpinan dalam sebuah organisasi perlu dilakukan secara periodik. Hal itu menunjukkan bahwa proses kaderisasi telah berjalan. Regenerasi kepemimpinan dan proses kaderisasi akan menentukan keberlangsungan jalannya roda organisasi tidak terkecuali dalam Organisasi FKPPI. Regenerasi juga memberikan kesempatan bagi yang berprestasi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tentunya semua hanya bisa diawali oleh suatu kesadaran bersama, bahwa regenerasi adalah jalan utama demi melanjutkan cita-cita dan semangat juang organisasi FKPPI dimasa yang akan datang.

 

Jaman boleh saja berganti, namun harus dihadapi dengan cermat dan dialektis. Kemampuan berdialektika dengan jaman adalah suatu kemampuan yang tidak hadir begitu saja tanpa memahami alam berpikir kekinian. Kemudian pemanfaatan informasi yang optimal dapat memudahkan organisasi dalam meraih pemikiran baru untuk melakukan pengembangan yang berguna. Era transformasi digital mengubah kondisi organisasi dalam bidang apapun sehingga mengharuskan organisasi serta masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dan tidak ketinggalan.

 

Dalam menghadapi era transformasi digital, Sumber Daya Manusia (SDM) yang melek teknologi dan mampu mengolah setiap informasi yang masuk merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk menghadapi kondisi kekinian. Inovasi teknologi yang muncul dapat membawa perubahan besar ke dalam dimensi  sosial. Cara baru menggunakan teknologi telah merubah perilaku pengguna dan merubah kebiasaan hingga mampu menawarkan peluang beserta tantangan. Sehingga tantangan Ideologi, Politik, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan saat ini tidak hanya selalu bicara ancaman teritorial, tetapi justru lewat penguasaan media komunikasi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan manusia. Inilah salah satu ‘persoalan kekinian’ terbesar saat ini yang harus dijawab oleh para kader FKPPI.

 

Sebagaimana kita ketahui, lompatan kemajuan teknologi sudah berhasil melipat kecepatan proses kehidupan manusia beberapa abad lebih dini. Sesuatu yang dulu harus dibangun bertahun-tahun, kini bisa dilakukan hanya sehari bahkan kurang. Dengan adanya fenomena ini, masyarakat manusia dihadapkan pada satu gugus kehidupan yang benar-benar baru, termasuk struktur konflik, hingga wajah ancaman yang berbeda sama sekali. Ini jelas bukan tantangan yang ringan bagi siapapun. Tapi kita berharap, FKPPI bisa terus eksis di arus waktu dan menjaga sistem kehidupan sosial masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sebab pada prinsipnya, sejarah peradaban manusia – mulai dari keluarga, klan, imperium, hingga negara-bangsa – adalah sejarah organisasi.

 

Penulis berkeyakinan bahwa Organisasi FKPPI akan lebih maju dan semakin berkontribusi besar untuk Bangsa dan Negara. Sehingga akan lahir terus kader-kader terbaik dari FKPPI untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa.

 

FKPPI Jaya, NKRI Harga Mati, Merah Putih di dadaku, Satu Komando, Indonesia adalah Pancasila! Dirgahayu FKPPI.