FORUM KOMUNIKASI PUTRA PUTRI PURNAWIRAWAN DAN PUTRA PUTRI TNI POLRI

Home Kegiatan FKPPI Pengurus Pusat Seminar Kebangsaan UKRIDA

Seminar Kebangsaan UKRIDA

E-mail Print PDF

KETUM PP. FKPPI

Sebagai Pembicara

       Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana menyelengggarakan Seminar Kebangsaan pada Hari Rabu, 18 Maret 2009 dengan Pembicara H.Pontjo Sutowo Ketua Umum FKPPI dan Marsekal Pertama (Purn) Gani Yusuf, Tenaga Profesional Lemhanas. Selain Ketum FKPPI juga hadir mendampingi Sekretaris Jenderal FKPPI Tribowo Soebiandono dan Wakil Sekjen Hendri Dwiwantara, yang turut serta untuk mengikuti acara seminar kebangsaan di Aula Lt.7, Kampus Ukrida, dimana acara tersebut dipenuhi oleh pengunjung yang terdiri dari para mahasiswa, dosen dan aktifis BEM UKRIDA serta berbagai BEM dari universitas swasta lainnya.

          Pelaksanaan Seminar berlangsung baik dan tertib, dan dimulai tepat waktu jam 10 pagi, dimulai dengan pembukaan oleh Purek III Bidang Kemahasiswaan, dan kemudian oleh Ketua BEM terakhir oleh Ketua Panitia Penyelenggara.
 

        Dipandu oleh saudara Nugroho ketua BEM Univ.Mercu Buana, dengan diawali oleh pembicara pertama Bung H.Pontjo Sutowo selaku Ketua Umum FKPPI, yang menjelaskan tentang pentingnya arti dan nilai Kebangsaan terhadap generasi muda, khususnya tentang kepedulian pemuda dan mahasiswa tentang arti sebuah perjuangan bangsa sejak masa kemerdekaan sampai dengan orde reformasi.
 

         Diingatkan beberapa hal tentang pendapat para ahli yang merancang Bangun Negara ini termasuk para pelaku sejarah, dimana sejak awal Kemerdekaan, Negara ini diatur dengan baik berdasarkan UUD’1945. Kemudian situasi berkembang menjadi lebih ruwet ketika terjadi berbagai perubahan yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian bagi Bangsa dan Negara. Dimana semula diharapkan adanya suatu kemajuan yang berkesinambungan, bukan pembangunan yang parsial selama 5 tahunan, sehingga akhirnya tidak menjadikan suatu perubahan gradual yang konstruktif, namun menjadi perubahan yang selalu berbeda tiap kabinet dan bersifat "trial and error".
 

         Sedangkan Demokrasi yang dikehendaki dan yang seharusnya dipahami adalah bagaimana mengatur suatu Negara tanpa ada yang harus dirugikan, namun karena  demokrasi yang terjadi tidak sesuai dengan kondisi budaya bangsa, sehingga sudah selayaknya  masyarakat  faham bahwa demokrasi yang terbaik yang harus kita yakini adalah Demokrasi Pancasila.


         Marsma (Purn) Gani Yusuf menjelaskan tentang teori  pentingnya pemahaman Pancasila sebagai Dasar Negara dan untuk membentengi Bangsa dari keterpengaruhan terhadap ideologi lain yang tidak sesuai dengan Budaya Bangsa Indonesia, seperti Liberalisme dan Kapitalisme, sehingga diperlukan pemahaman tentang pemaknaan dan pelaksanaan berbagai kaidah dan nilai yang terkandung dalam Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945.
 

          Diskusi berlangsung dinamis, para peserta merasa puas setelah beberapa sesi mengajukan pertanyaan. Beberapa orang menghendaki agar diskusi seperti ini dapat terus bergulir dan dapat dikembangkan secara merata agar seluruh Bangsa khususnya generasi muda dan mahasiswa memiliki pemahaman yang sama serta menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi, juga menumbuhkan rasa cinta pada tanah air Indonesia sehingga tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,(NKRI) dari Sabang sampai Merauke.-

Last Updated ( Tuesday, 07 April 2009 01:56 )