FORUM KOMUNIKASI PUTRA PUTRI PURNAWIRAWAN DAN PUTRA PUTRI TNI POLRI

Home Kegiatan FKPPI


Hasil-hasil Musda FKPPI

E-mail Print PDF

 

NO

DAERAH

TANGGAL

YANG HADIR DLM MUSDA

KETUA

SEKRETARIS

1

Gorontalo

16 Feb 2008

Sekjen., Norman S.S.

H. Ir. Kusnan Sudrajat, MM

Drs. Latif Suparman

2

Kaltim

12 April 2008

Sekjen

Dra. Edny A. Simorangkir, M.AP

Edhi Santoso

3

D.I. Yogyakarta

20 April 2008

Bahriyoen S.

Sispriyanto Widodo

Drs. Khairul Muhajir, MT

4

N A D

9 Agustus 2008

Ketum., Kartini M.

Dr. Ir. H. Muhyan Yunan, M.Sc., MBA

Drs. Zainal Abidin

5

Sulteng

5 Nov 2008

Bahriyoen S.

Drs. Gerry J. Wullur, SE

Ir. Mustafa Eddy Usman, MP

6

N T B

8 Mar 2009

Suryo Susilo, Joni K.

Dr. Wawang Arijanto, SpM

Syamsul Huda MS, SE

7

Kalteng

14-03-2009

Sontam N., Uli S., M. Faried, Wihendra

Hj. Tina Sabriantina, SH, MH

Emi Abriyani, SE

8

Bengkulu

22-03-2009

Sontam N., Amir K., M. Faried., Wihendra

Azwar Boerhan M.Eng, Sc

Razianofa Gafoer

9

Banten

30-03-2009

Ketum, Indra BU., Omen,Chaedar, Diby, Gandhi, Syabnikmat

H. Iyus Yusuf Suptandar, BBA

Ir. Tata Nanzar Riadi, MM

11

Bali

9-05-2009

Ketum, Adiguna, Oman, Uli, Chaedar

Ida Bagus Somayasa, SE, SH

Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, MM

12

Sulsel

26-06-2009

Bahriyoen S., Sekjen

Drs. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH

Ir. H. Suwandi Mahendra, M.Si

13

Malut

10-07-2009

Bahriyoen S., Sekjen

H.M. Zen Mansur, MSi

Ringgo Samora

14

Babel

26-072009

Soedibyo N., Syabnikmat

H. Hardi, SH, MH

Ir. M. Nurdiansyah

15

Lampung

01-08-2009

Sekjen, Ari Putra B.

Ir. Bambang Priyatmoko, MT

Drs. Hi. Chairo Saleh

16

Papua

15-11-2009

Soedibyo N.

Jan L. Ajomi, S.Sos

Drs. F.H. Anggai

17

Jabar

26-27 Feb 2010

Orrie B., Sekjen, Arie P, Hendri D, Syabnikmat, Sugandhi

Ir. H. Lex Laksamana Zainal, Dipl HE

H. Yana Mulyana Soepardjo, SE

18

Sumsel

6-7 Maret 2010

Ketum, Indra, Oman Raflies, Chaedar S.

Ir. Wasista Bambang Utoyo

Bernard Silitonga

19

Maluku


20

DKI Jaya

30-03-2010

Pontjo S, Bahriyoen, Harianto B, Suryo S, Hendri D, Oman R, Chaedar S, Abdul Rasyad, Joni Kalalo, Eri Tri Suweno

H. Harianto Badjoeri, SE, MM

Dra. Hj. Anna R. Legawati, SH

21

Kalbar

Ketum, Sekjen

Nugroho Wasiran

Alfiansyah
Last Updated ( Thursday, 17 June 2010 16:54 )
 

Pentutupan Tarkorna XI dan Tarsus III

E-mail Print PDF

Kepala Staf TNI AL menutup Tarkorna XI dan Tarsus III

 

Setelah Generasi Muda FKPPI menyelenggarakan Penataran Kader Organisasi Tingkat Purna(Tarkorna) ke XI dan Tarkorna Khusus (Tarsus) ke III selama beberapa hari. yaitu sejak tanggal 3 sampai dengan 11 Desember 2009, akhirnya dapat diselesaikan dengan baik,Dan ditutup oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya Agus Suhartono yang dalam hal ini mewakili Panglima TNI, yang mengharapkan bahwa dari kegiatan ini akan terbentuk pribadi-pribadi yang tangguh dan memiliki wawasan kebangsaan dalam menjaga bangsa ini kedepan, sehingga nantinya akan terlahir pemimpin-pemimpin dari kalangan Generasi Muda FKPPI sebagai Aset Bangsa, yang mampu mengimplementasikan pola pikir dan pola tindak integralistik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peserta Tarkorna diikuti oleh 183 orang, dan Tarsus sebanyak 33 orang, yaitu terdiri dari kader-kader yang diharapkan dapat menjalankan dan berjuang untuk kepentingan organisasi dimasa yang akan datang. Mereka berasal dari masing-masing Pengurus Daerah Generasi Muda FKPPI dari seluruh Indonesia. Dalam penyelenggaraan kali ini dinilai cukup sukses dan berhasil menggembleng kader-kader muda, yang cukup bersemangat untuk mengikuti pendidikan dari awal sampai akhir.


 

 

Last Updated ( Monday, 11 January 2010 18:31 )
 

Hasil Rapim Generasi Muda FKPPI 2009

E-mail Print PDF

                   PERNYATAAN SIKAP

KELUARGA BESAR GENERASI MUDA FKPPI



DENGAN MEMOHON BIMBINGAN DAN PETUNJUK SERTA RACHMAT DARI TUHAN YANG MAHA KUASA, YANG DILANDASI OLEH
SEMANGAT KEJUANGAN SEBAGAI BANGSA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT, DISERTAI RASA TANGGUNG JAWAB UNTUK
MELANJUTKAN PERJUANGAN BANGSA MENUJU PENCAPAIAN CITA-CITA DAN TUJUAN NASIONAL, KELUARGA BESAR GENERASI
MUDA FKPPI DENGAN PEMIKIRAN YANG JERNIH DAN PERASAAN YANG DALAM MENYATAKAN SIKAP SEBAGAI BERIKUT :

1.  DEMI TERWUJUDNYA CITA-CITA DAN TUJUAN NASIONAL YAITU MASYARAKAT YANG SEJAHTERA, ADIL DAN MAKMUR DALAM
     WADAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, MAKA PANCASILA SEBAGAI DASAR IDEOLOGI NEGARA DAN PANDANGAN
     HIDUP BANGSA SERTA UUD‘ 1945 SEBAGAI KONSTITUSI NEGARA HARUS DIPERTAHANKAN EKSISTENSI DAN AKTUALISASI
     PENGAMALANNYA.

2.  SUMBER DAYA MANUSIA DAN ALAM SEYOGYANYA DIMANFAATKAN SECARA TEPAT GUNA, BEBAS DARI PRAKTIK KORUPSI,
     KOLUSI DAN NEPOTISME DEMI TERWUJUDNYA UPAYA PEMULIHAN EKONOMI RAKYAT YANG SAAT INI MASIH MEMPRIHA-
     TINKAN BAGI SELURUH MASYARAKAT INDONESIA DI SEMUA LAPISAN DAN GOLONGAN TANPA TERKECUALI.

3.  KRISIS EKONOMI,POLITIK DAN HUKUM, YANG TELAH MENIMBULKAN DISTORSI DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN BER-
     BANGSA, HANYA BISA DIATASI DENGAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NEGARA YANG TAAT PADA KONSTI-
     TUSI SERTA MAMPU MENJALANKAN KEBIJAKAN YANG LEBIH MENGUTAMAKAN PADA KEPENTINGAN MASYARAKAT,
     BANGSA DAN NEGARA.

4.  DEMI MENINGKATKAN KUALITAS TNI-POLRI MAKA PERLU DITINGKATKAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA TNI-POLRI
     DI DALAM BERTUGAS MENJAGA KEAMANAN DAN STABILITAS PERTAHANAN NEGARA, DENGAN MENINGKATKAN ANGGARAN
     UNTUK KUALITAS ALUTSISTA DAN SUMBER DAYA MANUSIA TNI-POLRI SERTA KESEJAHTERAAN KELUARGANYA.

5.  DENGAN DIDASARI OLEH RASA HORMAT DAN MENJUNJUNG TINGGI AMANAH RAKYAT, SETELAH MELIHAT, MENGAMATI
     SITUASI DAN KONDISI LIMA TAHUN TERAKHIR YANG MANA TELAH TERJADI PERUBAHAN-PERUBAHAN SIGNIFIKAN
     DI BIDANG EKONOMI, ANTARA LAIN ADANYA KREDIT USAHA RAKYAT (KUR), KREDIT USAHA BERSAMA (KUBE),
     KREDIT USAHA TANI (KUT), PNPM, BLT DAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) SEBAGAI BENTUK
     KEPEDULIAN SOSIAL PERUSAHAAN-PERUSAHAAN BESAR KEPADA KEPENTINGAN PUBLIK, KAMI KELUARGA BESAR
     GENERASI MUDA FKPPI SELURUH INDONESIA MELALUI FORUM RAPAT PIMPINAN PUSAT YANG DIIKUTI PENGURUS
     DAERAH SELURUH INDONESIA MEMBERIKAN KEPERCAYAAN KEPADA DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
     UNTUK MEMIMPIN KEMBALI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2009 – 2014.     

                                                
     JAKARTA, 14 JUNI 2009
Last Updated ( Sunday, 13 December 2009 06:44 )
 

HASIL RAKERNAS FKPPI 2009 :

E-mail Print PDF

PERNYATAAN SIKAP FKPPI

 Dalam persepsi kebangsaan tentang arti ke Indonesiaan, FKPPI bertekad mempersatukan semua golongan dan sukubangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana yang tersirat dalam Bhinneka Tunggal Ika. Namun dalam realitas sehari-hari persepsi masyarakat tentang hal tersebut sarat dipengaruhi oleh wacana Globalisasi dan eforia Reformasi yang ditengarai dapat mengarah pada terjadinya distorsi filosofi tentang kebangsaan itu sendiri. Pancasila sebagai ideologi Negara hanya digunakan sebagai retorika politik belaka, bukan sebagai nilai luhur yang kita anut bersama. Undang-Undang Dasar 1945  yang diamanademen telah jauh menyimpang dari kehendak para the founding fathers dan tidak sesuai dengan kaedah-kaedah berdirinya Bangsa dan Negara  Indonesia.

 

          Sebagaimana cita-cita proklamasi Kemerdekaan R.I. tanggal 17 Agustus1945,bahwa untuk mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur sangat disadari hanya dapat terlaksana apabila segenap komponen bangsa ini mempunyai keinginan yang kuat serta kemampuan memadai untuk melaksanakan amanat yang luhur mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia secara bersama-sama dan terkonsep.

 

          Salah satu prasyarat untuk mencapai cita-cita tersebut adalah terciptanya kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia dalam mengelola sumberdaya alamnya untuk semaksimal mungkin membangun serta mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang hingga Marauke.  Oleh karenanya berbagai upaya pemberdayaan menjadi sangat penting yang berdasar pada potensi sumber daya manusia Indonesia dalam mengabdikan karya baktinya pada Negara dan bangsa.

 

          Persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masih belum terlepas dari penjajahan gaya baru yang antara lain mempengaruhi dalam cara berfikir, merusak moral dan etika kita dalam berbangsa dan bernegara. Penjajahan lainnya dilakukan melalui penerapan sistem ekonomi, pendidikan dan budaya yang terus berlangsung hingga sekarang. Ancaman demi ancaman tidak dalam bentuk yang menakutkan,  melainkan dalam cara-cara yang sangat ramah dan menyejukan hati walaupun sebenarnya meyesatkan.

         

Dengan berbagai alasan seperti, pendistribusian sumber daya ekonomi yang tidak berkeadilan, penguasaan sumberdaya alam oleh negara-negara asing, ketidakmampuan sumber daya manusia untuk bersaing serta tidak berfungsinya berbagai institusi yang membela kepentingan rakyat, bahkan perasaan takut untuk lepas dari ketergantungan negara-negara maju, telah membuat kebijakan ekonomi, sosial dan politik masih jauh dari harapan berpihak kepada rakyat..

 

        Berangkat dari latar belakang inilah,        maka, FKPPI sebagai bagian integral dari kesadaran masyarakat yang menuntut pencapaian cita-cita tersebut di atas,  berupaya dengan berperan aktif dalam mengabdi kepada bangsa dan negara, melalui program kerjanya, meliputi lingkup kegiatan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Hukum, Energi dan Lingkungan, termasuk penataan internal organisasi serta mengoptimalkan pembinaan kaderisasi dan kelembagaan, yang berorientasi kepada kesejahteraan anggota pada khususnya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan prinsip selalu mengedepankan kemandirian bangsa.

 

          Oleh karenanya di saat bangsa Indonesia harus menentukan perjalanan demokrasi lima tahunan ke depan, FKPPI menyatakan sikap, sebagai berikut :

 

1.     Keluarga Besar FKPPI tetap konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menolak aksi-aksi anarkis, gerakan-gerakan separatis dan upaya-upaya mengganti Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, serta meminta kepada MPR-RI periode 2009 – 2014 serta Presiden/Wakil Presiden terpilih untuk sesegera mungkin mengupayakan agar kembali kepada UUD 1945 yang asli sebelum diamandemen .

 

2.     FKPPI dalam menyikapi hasil Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang tengah berlangsung, mengajak agar semua pihak yang berkepentingan untuk berdiri di atas kepentingan bangsa dan negara, agar tujuan nasional mensejahterakan rakyat tercapai dalam wadah NKRI. Untuk mencapai hal tersebut , kualitas pemilihan Presiden/Wakil Presiden agar diselenggarakan lebih baik dari pemilihan Legislatif yang banyak kekurangan dan kecurangan-kecurangannya.

 

3.     FKPPI sebagai organisasi kemasyarakatan yang mandiri sesuai dengan AD/ART FKPPI di dalam pemilihan Presiden/Wakil Presiden, pada prinsipnya tetap netral, tetapi dengan mempertimbangkan bahwa FKPPI adalah merupakan juga organisasi kader, maka sebagai konsekuensinya FKPPI mempercayakan calon Presiden/Wakil Presiden yang berasal dari kader FKPPI dengan tidak menutup kemungkinan mendukung calon Presiden/Wakil Presiden yang berasal dari Keluarga Besar TNI-Polri. .

:

4.     FKPPI mendukung terwujudnya pembangunan nasional di bidang politik, ekonomi dan sosial yang berkelanjutan serta merata, melalui kemampuan bangsa sendiri yang mandiri, profesional dan berkeadilan dengan tetap berpijak pada kearifan budaya bangsa Indonesia yang kaya serta dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945 yang asli sebelum diamandemen, agar bangsa ini tidak terjebak pada sistem lliberalis dan kapitalis. FKPPI tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada penjualan aset-aset negara kepada pihak asing.

5.     FKPPI mengajak seluruh kader keluarga besar TNI-Polri merapatkan barisan dan meningkatkan potensi keahliannya di berbagai sektor untuk memberantas ketimpangan-ketimpangan untuk disumbangkan sebagai karya nyata putra bangsa kepada kepentingan masyarakat luas, demi kejayaan bangsa dan negara.

 

6.     FKPPI dalam melaksanakan program kerjanya akan selalu terencana dan taat azas, agar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa mendapatkan kader-kader yang andal dan hasil karyanya sebagaimana yang dikehendaki oleh Munas FKPPI dan cita-cita seluruh bangsa Indonesia.

 

                                                         Pimpinan Sidang Komisi Umum

                                                         Rapat Kerja Nasional VIII FKPPI

 

 

 

 

Last Updated ( Wednesday, 20 May 2009 00:43 )
 

Ketua Umum FKPPI

E-mail Print PDF

Sebagai Pembicara Utama

“Road To Election 2009”

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2009 yang baru lalu, di Gedung Manggala Wana Bhakti, Departemen Kehutanan Senayan Jakarta, mengadakan seminar tentang berbagai hal yang ditujukan kepada upaya penyiapan para Mahasiswa menghadapi Pemilu 2009. Pada satu sesi awal mereka mengadakan diskusi tentang bagaimana format Pemimpin Indonesia setelah ini, selanjutnya mereka mendengarkan pengarahan Ketua Umum FKPPI tentang masalah Kebangsaan.

Menurut H. Pontjo Sutowo, Ketua Umum FKPPI “Masalah Bangsa ini merupakan masalah bersama yang harus dan hanya dapat diselesaikan sendiri oleh Bangsa Indonesia, tidak mungkin Bangsa lain mau memikirkan kondisi dan masalah yang dihadapi Bangsa ini, untuk itu diperlukan seorang Pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah Bangsa kita, yang sedang menuju pada Pembangunan Kemandirian Bangsa”.

Dijelaskan tentang suatu konsep Kemandirian Bangsa seperti yang disampaikan Bung Pontjo “Mandiri yang dimaksud bukanlah suatu barang yang ada dalam laci atau bisa dibeli di supermarket, kita harus perjuangkan, dan untuk itu perlu adanya pemahaman yang sama tentang kemandirian tersebut”.

Dalam pertemuan tersebut yang dihadiri oleh undangan dari berbagai Partai, peserta sempat bertanya kepada Bung Pontjo tentang adanya beberapa Calon Presiden dari kalangan militer, siapa yang akan dipilih oleh FKPPI, dijawab secara gamblang oleh Bung Pontjo, “Bagi kita, siapapun yang memimpin Negara ini diharapkan mampu menjawab tantangan dan masalah Bangsa ini”

Dalam pembahasan sebelum pengarahan tersebut, mayoritas menyatakan pendapatnya bahwa mereka lebih memilih Calon Presiden dengan latar belakang militer, maka pada saat menunggu hadirnya Ketua Umum, Sekjen FKPPI Bung Tribowo Soebiandono, yang didaulat untuk memberikan pendapatnya menambahkan bahwa “Mengapa banyak orang lebih menyukai calon Presiden berlatar belakang Militer, karena Militer telah menyiapkan setiap personilnya untuk menjadi pemimpin sejak mereka lulus Pendidikan militernya, dan selalu ditingkatkan kualitas pendidikannya sesuai pangkat dan kapasitasnya, sehingga semakin tinggi pangkatnya maka pendidikan yang dilaluinya semakin banyak, sehingga mereka akan lebih siap dalam memimpin”, demikian pendapat Bung Tribowo, yang didampingi oleh dua orang Wakil Sekjen FKPPI, Bung Norman Sontani (Omen), dan Bung Hendri Dwiwantara.

Diskusi berlangsung cukup hangat dan dinamis, namun dapat dijawab dengan baik oleh Bung Pontjo, dan beberapa peserta menginginkan pembahasan atau seminar semacam ini dapat dilakukan untuk lingkup yang lebih luas lagi, baik Regional maupun dalam lingkup Naisonal, karena masalah Kebangsaan sat ini sudah mulai pudar dan perlu adanya penyegaran terutama bagi Generasi Muda penerus Bangsa. Acara seminar berakhir pada jam 13.00 dan setelah Ketua Umum FKPPI meninggalkan tempat, acara dilanjutkan dengan acara berikutnya yaitu debat antara kandidat dalam rangka Pemilu 2009.-
 

>> Untuk menyaksikan video liputan klik disini

 

Last Updated ( Wednesday, 08 April 2009 12:09 )
 

Seminar Kebangsaan UKRIDA

E-mail Print PDF

KETUM PP. FKPPI

Sebagai Pembicara

       Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana menyelengggarakan Seminar Kebangsaan pada Hari Rabu, 18 Maret 2009 dengan Pembicara H.Pontjo Sutowo Ketua Umum FKPPI dan Marsekal Pertama (Purn) Gani Yusuf, Tenaga Profesional Lemhanas. Selain Ketum FKPPI juga hadir mendampingi Sekretaris Jenderal FKPPI Tribowo Soebiandono dan Wakil Sekjen Hendri Dwiwantara, yang turut serta untuk mengikuti acara seminar kebangsaan di Aula Lt.7, Kampus Ukrida, dimana acara tersebut dipenuhi oleh pengunjung yang terdiri dari para mahasiswa, dosen dan aktifis BEM UKRIDA serta berbagai BEM dari universitas swasta lainnya.

          Pelaksanaan Seminar berlangsung baik dan tertib, dan dimulai tepat waktu jam 10 pagi, dimulai dengan pembukaan oleh Purek III Bidang Kemahasiswaan, dan kemudian oleh Ketua BEM terakhir oleh Ketua Panitia Penyelenggara.
 

        Dipandu oleh saudara Nugroho ketua BEM Univ.Mercu Buana, dengan diawali oleh pembicara pertama Bung H.Pontjo Sutowo selaku Ketua Umum FKPPI, yang menjelaskan tentang pentingnya arti dan nilai Kebangsaan terhadap generasi muda, khususnya tentang kepedulian pemuda dan mahasiswa tentang arti sebuah perjuangan bangsa sejak masa kemerdekaan sampai dengan orde reformasi.
 

         Diingatkan beberapa hal tentang pendapat para ahli yang merancang Bangun Negara ini termasuk para pelaku sejarah, dimana sejak awal Kemerdekaan, Negara ini diatur dengan baik berdasarkan UUD’1945. Kemudian situasi berkembang menjadi lebih ruwet ketika terjadi berbagai perubahan yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian bagi Bangsa dan Negara. Dimana semula diharapkan adanya suatu kemajuan yang berkesinambungan, bukan pembangunan yang parsial selama 5 tahunan, sehingga akhirnya tidak menjadikan suatu perubahan gradual yang konstruktif, namun menjadi perubahan yang selalu berbeda tiap kabinet dan bersifat "trial and error".
 

         Sedangkan Demokrasi yang dikehendaki dan yang seharusnya dipahami adalah bagaimana mengatur suatu Negara tanpa ada yang harus dirugikan, namun karena  demokrasi yang terjadi tidak sesuai dengan kondisi budaya bangsa, sehingga sudah selayaknya  masyarakat  faham bahwa demokrasi yang terbaik yang harus kita yakini adalah Demokrasi Pancasila.


         Marsma (Purn) Gani Yusuf menjelaskan tentang teori  pentingnya pemahaman Pancasila sebagai Dasar Negara dan untuk membentengi Bangsa dari keterpengaruhan terhadap ideologi lain yang tidak sesuai dengan Budaya Bangsa Indonesia, seperti Liberalisme dan Kapitalisme, sehingga diperlukan pemahaman tentang pemaknaan dan pelaksanaan berbagai kaidah dan nilai yang terkandung dalam Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945.
 

          Diskusi berlangsung dinamis, para peserta merasa puas setelah beberapa sesi mengajukan pertanyaan. Beberapa orang menghendaki agar diskusi seperti ini dapat terus bergulir dan dapat dikembangkan secara merata agar seluruh Bangsa khususnya generasi muda dan mahasiswa memiliki pemahaman yang sama serta menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi, juga menumbuhkan rasa cinta pada tanah air Indonesia sehingga tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,(NKRI) dari Sabang sampai Merauke.-

Last Updated ( Tuesday, 07 April 2009 01:56 )
 
Page 2 of 2