FORUM KOMUNIKASI PUTRA PUTRI PURNAWIRAWAN DAN PUTRA PUTRI TNI POLRI

Home Berita Umum

Umum

Renungan Hut Kemerdekaan RI

E-mail Print PDF

Memaknai Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65

Renungan tentang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, seharusnya akan menyadarkan kita tentang makna berbagai peristiwa yang menyebabkan Proklamasi tersebut terjadi. Kita membayangkan suatu perjalanan perjuangan yang panjang dan ‘luar biasa’ dimana dibuktikan oleh pengorbanan besar yang memang yang perlu ‘disyukuri’ oleh generasi penerus selama-lamanya.

Memaknai suatu Kemerdekaan berarti memaknai suatu kebebasan dimana seluruh hal yang berhubungan dengan Republik Indonesia bermakna suatu kegiatan yang lebih mandiri dan berdaulat. Sehingga seharusnya dalam suatu Negara yang bebas, Rakyatnya juga bebas yang bermakna tidak memiliki keterikatan dengan pihak manapun untuk menentukan nasib dan masa depannya.

Perlunya mensyukuri karena kita diharuskan agar senantiasa merendahkan diri kepada Nya dan tidak mudah puas dalam memperjuangkan apa yang telah diperoleh, sehingga akhirnya akan mampu mewujudkan cita-cita Proklamasi itu sendiri.

Sehingga manakala generasi pada saat terjadinya Proklamasi menghantarkan kita kedepan 'Pintu Gerbang Kemerdekaan', maka secara proses alamiah diperlukan regenerasi yang tetap dapat memaknai arti suatu Kemerdekaan Republik Indonesia tanpa tawar menawar, dan diperlukan semangat juang yang sama agar tetap memiliki suasana batin yang sama, dari masa ke masa.

Dalam masa perjuangan yang berkesinambungan tersebut, diharapkan dalam membangun dan mengisi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat menjadikan Negara ini semakin Maju dan Modern namun disegani oleh Bangsa dan Negara lainnya. Dalam menghadapi berbagai era dan perubahan perkembangan jaman, banyak hal yang telah terjadi dan seharusnya terjadi suatu proses kemajuan secara bertahap dan gradual dalam menyesuaikan diri ditengah-tengah masyarakat dunia.

Marilah kita sebagai generasi penerus tetap menyadari tentang perlunya suatu penyesuaian diri terhadap perubahan situasi dan kondisi dalam berbagai perkembangan jaman namun tidak boleh meninggalkan jati diri bangsa yang Merdeka dan Berdaulat, serta tetap meningkatkannya agar dapat senantiasa dihargai oleh Bangsa lainnya.
Bahkan dalam perjalan mengisi Kemerdekaan menuju cita-cita luhur pendiri Negara ini, kita senantiasa melakukan refleksi dan analisa, agar dalam setiap masa dimana telah diajarkan oleh pengalaman sejarah, hal-hal mana yang baik dan buruk.

Oleh karena itu janganlah malu untuk melakukan hal-hal baik dimasa lalu untuk dilakukan kembali dimasa kini dan masa yang akan datang. Karena Bangsa yang Merdeka dan Berdaulat, bebas menentukan sendiri arah perjuangan bangsanya dalam mencapai cita-citanya. Maka berbagai perubahan aturan dan perundangan yang telah dibuat, akan mengajarkan pada bangsa ini dari akibat-akibat yang dirasakan langsung oleh rakyat, yang merupakan relevansi dari suatu perubahan undang-undang yang dipengaruhi oleh situasi dan kondisi bangsa ditengah-tengah masyarakat dunia.

Semakin maju suatu bangsa akan menjadikan, bangsa tersebut semakin modern dan cerdas, dan mampu memilah mana yang baik dan sesuai buat bangsanya dan mana yang tidak sesuai dengan jati diri bangsanya. Bukan tidak mungkin berbagai perubahan akan mengacu pada aturan-aturan sebelumnya yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi dan jati diri bangsa yang Merdeka dan Berdaulat.


Merdeka……………………..!!!!!

Penulis.

Hendri Dwiwantara.-

Last Updated ( Thursday, 19 August 2010 20:42 )
 

Renungan Tahun Baru

E-mail Print PDF

Perjalanan dan Perubahan di Tahun 2010

 

Salah satu hal yang pasti di dunia ini adalah berjalannya waktu, tak ada satu kekuatanpun yang dapat menghentikannya, kecuali sang Pencipta dan bila itu terjadi berarti berakhirlah semua kehidupan di dunia ini.
Dalam menjalani sebuah kehidupan, banyak orang mengupayakan untuk bisa ‘survive’ dalam mencapai impian-impiannya, baik dalam memperjuangkan kelompok, keluarga bahkan dirinya sendiri tidak mungkin bisa menafikkan suatu perubahan. Karena perubahan juga adalah salah satu hal yang pasti juga, sehingga memaksa semua makhluk yang hidup maupun alam sendiri akan dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi perubahan yang terjadi.
Saat ini alam Indonesia telah mengalami berbagai perubahan, baik yang terwujud karena upaya manusia Indonesia maupun karena penyesuaian diri akibat keseimbangan alam yang tercipta akibat pergerakan bumi dan seisinya. Maka sebagai makhluk yang beragama, kita diwajibkan untuk banyak bersyukur atas banyaknya rakhmad yang diberikan olehNya, sehingga meskipun banyaknya bencana yang terjadi masih dapat ditangani akibat masih adanya semangat kekeluargaan dari masyarakat Indonesia, yang memiliki kepedulian untuk menyumbang dan membantu baik langsung maupun tak langsung terhadap suatu bencana yang terjadi.
Semoga ditahun-tahun mendatang khususnya di tahun 2010 bangsa kita dapat diselamatkan dari kemungkinan kehancuran yang lebih besar, baik sebagai akibat dari perilaku atau bencana alam yang dahsyat. Maupun dari perilaku bangsa kita yang kadang kala juga turut menjadi penyebab kerusakan alam dan lingkungan, khususnya kerusakan perilaku manusia terhadap manusia yang lain, baik langsung maupun tak langsung.
Untuk itu marilah kita senantiasa berdoa dan berusaha agar, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap tegak dan utuh dengan tetap memiliki jiwa Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Meskipun sejak adanya semangat Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan semangat Reformasi, telah terjadi banyak sekali perubahan. Namun mungkin perlu pula ditinjau kembali hal-hal apa yang tidak sesuai dengan perubahan yang terjadi sampai dengan saat ini, untuk dikembalikan menjadi hal-hal lebih sesuai dengan kondisi dan situasi kepribadian Bangsa Indonesia.
Akankan kita mengabaikan semua perubahan dengan mengutamakan kepentingan pribadi, apakah kita tidak akan peduli dengan adanya perubahan yang dapat berdampak negatif bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang lebih Indonesia daripada kehidupan yang lebih kebarat-baratan atau bernafaskan negara bagian lainnya, sehingga akan menjadikan semakin tidak jelasnya karakter jati diri Bangsa Indonesia.
Seperti dalam menghadapi kondisi pasar bebas di tahun 2010 mendatang, sudah siapkah kita menghadapi era perubahan yang baru, dimana Bangsa Indonesia akan bersaing dengan seluruh bangsa di dunia. Dimana saingan kita lebih memiliki peralatan yang canggih dan efisien, sehingga dapat menjual barangnya lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.
Namun semua itu dapat diimbangi dengan sebuah semangat ke Indonesiaan seperti mencintai produksi dalam negeri, tapi apakah mungkin terjadi bila tidak disepakati adanya suatu semangat bersama, sedangkan semangat sumpah pemuda saja yang telah bertahun-tahun ada, dapat luntur dengan adanya perubahan yang bertubi-tubi, semakin banyak orang yang membela kepentingan negara lain, demi kepentingan dirinya.
Maka marilah kita merenungi sejenak dalam rangka perubahan tahun 2010 ini, apa yang akan kita persembahkan untuk kemajuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau kita akan menjadi penonton di negara sendiri saat terjadinya perdagangan bebas, bahkan menjadi target pasar bagi negara lain. Semua ini terpulang kepada diri kita, mau jadi apa kita , mau apa kita  dan kita harus berbuat apa……………Selamat Berjuang Semoga Sukses di Tahun 2010


Penulis,

Hendri Dwiwantara

Last Updated ( Thursday, 19 August 2010 20:53 )
 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda

E-mail Print PDF

 

        

          Sebagai Pembicara Seminar 

         H.Pontjo Sutowo selaku Ketua Umum FKPPI mengisi acara Seminar dan Dialog dalam rangka Memperingati Sumpah Pemuda di Kampus Universitas Mercu Buana, tanggal 29 Oktober 2009, selain pembicara yang lain seperti Let.Jen.(Pur) Kiki Sahnarki dan Ketua Umum DPP KNPI, pembahasan tentang pentingnya mengingat kembali berbagai hal yang perlu diingat oleh kaum muda kita pada saat  memperingati hari Sumpah Pemuda, bahwa setiap Produk Sejarah selalu diwarnai oleh Gerakan Kaum Muda, dimana Generasi Muda sebagai kelompok pelopor yang ‘Peduli’ dan tidak menyukai kemandekan atau bila tidak adanya perubahan terhadap kondisi yang sulit, dan dari hasil perjuangan kaum muda melalui "Sumpah Pemuda" itulah yang menghasilkan Pemerintahan sampai hari ini.  
 
        Kita lihat bahwa pada jaman dahulu dimana para kaum ningrat tentunya karena sudah merasa sudah enak dan hidup mewah tidak mengharapkan adanya perubahan, bahkan mereka ikut membantu para penjajah dalam menikmati exploitasi kekayaan alam Indonesia, hal inipun serupa terjadi pada saat ini.

        Dalam dialog terjadi perdebatan yang cukup seru, karena banyak peserta yang kritis dan ingin mempertahankan pendapatnya dari data yang diperolehnya dari berbagai sumber informasi khusus, namun akhirnya terjadi sebuah pemahaman yang sama, bahwa Perlu suatu keberanian khusus untuk melakukan perubahan serta dibutuhkan kesungguhan dan tanggung jawab untuk merealisasikannnya.

         "Dulu dr.Wahidin juga tidak ada yang ngajari gimana ini sebaiknya, tapi karena kreativitas, kecerdasan dan keberanian serta keuletan para Pejuang Pelopor dan Pencetus Sumpah Pemuda akhirnya kita bisa merasakan kemerdekaan ini" Kata Mas Pontjo.

        Dalam acara ini Ketua Umum didampingi oleh Sekretaris Jenderal Tribowo Soebiandono, dan Wakil Sekjen Hendri Dwiwantara, acara berlangsung cukup seru dan hangat berlangsung sejak pukul 10.00, dan berakhir pada pukul 13.30

Last Updated ( Friday, 06 November 2009 05:57 )
 

TAYO AWARD

E-mail Print PDF
 
SELAMAT KEPADA DELEGASI DPP KNPI (BINTANG PRABOWO/KETUA) YANG MEMPEROLEH TAYO AWARDS DI MANILA PHILIPINA 6 - 8 OKTOBER DAN DELEGASI KNPI (ABRIHAM YADAV/WAKIL SEKJEN) YANG MEMPEROLEH PRESENTASI TERBAIK DI MYANMAR YOUTH INTERNATIONAL FORUM 4-7 OKTOBER DENGAN JUDUL; YOUTH VOLENTERISM IN INDONESIA & THE ROLE OF KNPI IN BUILDING ASEAN COMMUNITY.

 PENGHARGAAN INTERNASIONAL

Last Updated ( Friday, 16 October 2009 21:58 )
 

Pengukuhan Pengurus DPP KNPI (2008-2011)

E-mail Print PDF

Hadir dan turut menyaksikan;

Menkokesra mewakili  Wakil Presiden RI, Ketua DPR RI dan Menpora RI.


Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) resmi dikukuhkan pada hari kamis tanggal 19 Maret 2009 di Wisma Serbaguna Senayan.  Mereka merupakan hasil rekonsiliasi dua kepengurusan KNPI hasil Kongres Bali dan Ancol.

“Alhamdulillah, permasalahan yang dihadapi KNPI dapat diselesaikan pada pertemuan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tingkat Nasional dan Dewan Pengurus Daerah KNPI se-Indonesia yang dilaksanakan di Bandung pada Februari lalu. “ tegas Menpora Adhyaksa Dault, di Jakarta, Kemarin.

Hadir pada pengukuhan pengurus KNPI itu, Menko Kesra Aburizal Bakrie  hadir mewakili Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Ketua DPR Agung Laksono.

Menpora mengingatkan bahwa kepengurusan KNPI telah mengalami dinamika serta tensi cukup tinggi. Diakuinya, hasil pertemuan di Bandung belum dapat memuaskan semua pihak , tapi pertemuan itu telah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia dapat menyelesaikan masalah melalui semangat rekonsiliasi,

“Rekonsiliasi sangat baik dalam konteks pembangunan bidang kepemudaan  secara nasional dan persoalan dualisme telah dapat diselesaikan dengan baik.”

Sementara itu, Menko Kesra menyatakan bahwa persoalan KNPI itu sempat membuat pemerintah prihatin,  tetapi tentu saja pemerintah tidak bisa ikut campur tanggan karena hal tersebut merupakan persoalan internal KNPI. “Saya bersyukur masalah ini bisa diselesaikan dengan sportif dan damai. Pada pengukuhan Pengurus DPP KNPI, pemerintah bukan melantik, tetapi hanya menyaksikan pengukuhan.”

Dia berharap para pemuda yang berbeda pendapat tetap menyelesaikan semua persoalan dengan cara damai, cerdas, dan menggunakan pertimbangan rasa. Pada pengukuhan pengurus DPP KNPI tersebut, DR. Aziz Syamsuddin sebagai Ketua Umum, dan Sayed Muhammad Muliady, S.H sebagai Sekretaris Jenderal. Aziz mengakui, kepengurusan DPP KNPI periode 2008-2011 telah melalui perjalanan panjang.

“Biasanya jumlah pengurus KNPI 150 orang, tetapi kali ini 325 orang. Ini hasil kepengurusan hasil rekonsiliasi.” Katanya dalam acara yang juga dihadiri oleh seluruh pimpinan OKP tingat Nasional dan Ketua DPD KNPI Se-Indonesia.-

 

 

 

Last Updated ( Friday, 16 October 2009 21:29 )
 
More Articles...
Page 2 of 3