FORUM KOMUNIKASI PUTRA PUTRI PURNAWIRAWAN DAN PUTRA PUTRI TNI POLRI

Home Berita Kegiatan FKPPI Pengurus Pusat

Pengurus Pusat

Ketua Umum FKPPI

E-mail Print PDF

Sebagai Pembicara Utama

“Road To Election 2009”

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2009 yang baru lalu, di Gedung Manggala Wana Bhakti, Departemen Kehutanan Senayan Jakarta, mengadakan seminar tentang berbagai hal yang ditujukan kepada upaya penyiapan para Mahasiswa menghadapi Pemilu 2009. Pada satu sesi awal mereka mengadakan diskusi tentang bagaimana format Pemimpin Indonesia setelah ini, selanjutnya mereka mendengarkan pengarahan Ketua Umum FKPPI tentang masalah Kebangsaan.

Menurut H. Pontjo Sutowo, Ketua Umum FKPPI “Masalah Bangsa ini merupakan masalah bersama yang harus dan hanya dapat diselesaikan sendiri oleh Bangsa Indonesia, tidak mungkin Bangsa lain mau memikirkan kondisi dan masalah yang dihadapi Bangsa ini, untuk itu diperlukan seorang Pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah Bangsa kita, yang sedang menuju pada Pembangunan Kemandirian Bangsa”.

Dijelaskan tentang suatu konsep Kemandirian Bangsa seperti yang disampaikan Bung Pontjo “Mandiri yang dimaksud bukanlah suatu barang yang ada dalam laci atau bisa dibeli di supermarket, kita harus perjuangkan, dan untuk itu perlu adanya pemahaman yang sama tentang kemandirian tersebut”.

Dalam pertemuan tersebut yang dihadiri oleh undangan dari berbagai Partai, peserta sempat bertanya kepada Bung Pontjo tentang adanya beberapa Calon Presiden dari kalangan militer, siapa yang akan dipilih oleh FKPPI, dijawab secara gamblang oleh Bung Pontjo, “Bagi kita, siapapun yang memimpin Negara ini diharapkan mampu menjawab tantangan dan masalah Bangsa ini”

Dalam pembahasan sebelum pengarahan tersebut, mayoritas menyatakan pendapatnya bahwa mereka lebih memilih Calon Presiden dengan latar belakang militer, maka pada saat menunggu hadirnya Ketua Umum, Sekjen FKPPI Bung Tribowo Soebiandono, yang didaulat untuk memberikan pendapatnya menambahkan bahwa “Mengapa banyak orang lebih menyukai calon Presiden berlatar belakang Militer, karena Militer telah menyiapkan setiap personilnya untuk menjadi pemimpin sejak mereka lulus Pendidikan militernya, dan selalu ditingkatkan kualitas pendidikannya sesuai pangkat dan kapasitasnya, sehingga semakin tinggi pangkatnya maka pendidikan yang dilaluinya semakin banyak, sehingga mereka akan lebih siap dalam memimpin”, demikian pendapat Bung Tribowo, yang didampingi oleh dua orang Wakil Sekjen FKPPI, Bung Norman Sontani (Omen), dan Bung Hendri Dwiwantara.

Diskusi berlangsung cukup hangat dan dinamis, namun dapat dijawab dengan baik oleh Bung Pontjo, dan beberapa peserta menginginkan pembahasan atau seminar semacam ini dapat dilakukan untuk lingkup yang lebih luas lagi, baik Regional maupun dalam lingkup Naisonal, karena masalah Kebangsaan sat ini sudah mulai pudar dan perlu adanya penyegaran terutama bagi Generasi Muda penerus Bangsa. Acara seminar berakhir pada jam 13.00 dan setelah Ketua Umum FKPPI meninggalkan tempat, acara dilanjutkan dengan acara berikutnya yaitu debat antara kandidat dalam rangka Pemilu 2009.-
 

>> Untuk menyaksikan video liputan klik disini

 

Last Updated ( Wednesday, 08 April 2009 12:09 )
 

Seminar Kebangsaan UKRIDA

E-mail Print PDF

KETUM PP. FKPPI

Sebagai Pembicara

       Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana menyelengggarakan Seminar Kebangsaan pada Hari Rabu, 18 Maret 2009 dengan Pembicara H.Pontjo Sutowo Ketua Umum FKPPI dan Marsekal Pertama (Purn) Gani Yusuf, Tenaga Profesional Lemhanas. Selain Ketum FKPPI juga hadir mendampingi Sekretaris Jenderal FKPPI Tribowo Soebiandono dan Wakil Sekjen Hendri Dwiwantara, yang turut serta untuk mengikuti acara seminar kebangsaan di Aula Lt.7, Kampus Ukrida, dimana acara tersebut dipenuhi oleh pengunjung yang terdiri dari para mahasiswa, dosen dan aktifis BEM UKRIDA serta berbagai BEM dari universitas swasta lainnya.

          Pelaksanaan Seminar berlangsung baik dan tertib, dan dimulai tepat waktu jam 10 pagi, dimulai dengan pembukaan oleh Purek III Bidang Kemahasiswaan, dan kemudian oleh Ketua BEM terakhir oleh Ketua Panitia Penyelenggara.
 

        Dipandu oleh saudara Nugroho ketua BEM Univ.Mercu Buana, dengan diawali oleh pembicara pertama Bung H.Pontjo Sutowo selaku Ketua Umum FKPPI, yang menjelaskan tentang pentingnya arti dan nilai Kebangsaan terhadap generasi muda, khususnya tentang kepedulian pemuda dan mahasiswa tentang arti sebuah perjuangan bangsa sejak masa kemerdekaan sampai dengan orde reformasi.
 

         Diingatkan beberapa hal tentang pendapat para ahli yang merancang Bangun Negara ini termasuk para pelaku sejarah, dimana sejak awal Kemerdekaan, Negara ini diatur dengan baik berdasarkan UUD’1945. Kemudian situasi berkembang menjadi lebih ruwet ketika terjadi berbagai perubahan yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian bagi Bangsa dan Negara. Dimana semula diharapkan adanya suatu kemajuan yang berkesinambungan, bukan pembangunan yang parsial selama 5 tahunan, sehingga akhirnya tidak menjadikan suatu perubahan gradual yang konstruktif, namun menjadi perubahan yang selalu berbeda tiap kabinet dan bersifat "trial and error".
 

         Sedangkan Demokrasi yang dikehendaki dan yang seharusnya dipahami adalah bagaimana mengatur suatu Negara tanpa ada yang harus dirugikan, namun karena  demokrasi yang terjadi tidak sesuai dengan kondisi budaya bangsa, sehingga sudah selayaknya  masyarakat  faham bahwa demokrasi yang terbaik yang harus kita yakini adalah Demokrasi Pancasila.


         Marsma (Purn) Gani Yusuf menjelaskan tentang teori  pentingnya pemahaman Pancasila sebagai Dasar Negara dan untuk membentengi Bangsa dari keterpengaruhan terhadap ideologi lain yang tidak sesuai dengan Budaya Bangsa Indonesia, seperti Liberalisme dan Kapitalisme, sehingga diperlukan pemahaman tentang pemaknaan dan pelaksanaan berbagai kaidah dan nilai yang terkandung dalam Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945.
 

          Diskusi berlangsung dinamis, para peserta merasa puas setelah beberapa sesi mengajukan pertanyaan. Beberapa orang menghendaki agar diskusi seperti ini dapat terus bergulir dan dapat dikembangkan secara merata agar seluruh Bangsa khususnya generasi muda dan mahasiswa memiliki pemahaman yang sama serta menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi, juga menumbuhkan rasa cinta pada tanah air Indonesia sehingga tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,(NKRI) dari Sabang sampai Merauke.-

Last Updated ( Tuesday, 07 April 2009 01:56 )
 
Page 3 of 3

KB FKPPI on FB

Who's Online

We have 56 guests online